SILATURRAHMI DAN PEMANTAPAN PROGRAM KERJA GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG SUMBAWA

Bidang Perencanaan, Evaluasi, Penelitian, Pengembangan, dan Keuangan diarahkan untuk pengembangan organisasi Gerakan Pramuka sesuai kebutuhan zaman dan sesuai kebutuhan generasi muda. Mengarahkan pada setiap bidang untuk menciptakan kegiatan menarik kepada generasi muda sehingga berguna bagi bangsa dan negara. Dengan adanya penelitian, pengembangan dan evaluasi, maka pihak-pihak luar dari organisasi dapat dengan mudah mengakses jumlah anggota kepramukaan berdasarkan golongan, jenjang pendidikan kepramukaan, anggota muda dan anggota dewasa.

Sebagai lembaga pendidikan diluar sekolah dan diluar keluarga, Gerakan Pramuka berfungsi sebagai wadah pembinaan dan pengembangan Generasi Muda, menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta Sistem Among yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa serta masyarakat sekitar. Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumbawa berfungsi sebagai penanggungjawab penyelenggaraan manajemen kegiatan baik operasional maupun administratif di tingkat Kwarcab yang meliputi : (a). Pembina dan perencana sumber daya informasi  dalam arti  mempersiapkan perencanaan, pengelolaan dan mengkoordinasikan perumusan kebijaksanaan. (b). Pembina dan pengembang Pendidikan Kepramukaan. (c). Pembina dan pelaksana kegiatan operasional baik bagi peserta didik maupun anggota dewasa. (d). Pembina administratif. (e). Pembina hubungan masyarakat. (f). Pembina dan pengembang keuangan. (g). Pengawas dan peneliti terhadap efisiensi dan efektiftas perencanaan program kegiatan Gerakan Pramuka. (h). Pembina dan pengembang dukungan pada kegiatan.

Minggu tanggal 23 Juni merupakan momentum awal kesiapan Pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumbawa bersama Dewan Kerja Cabang Sumbawa dalam melakukan dan bersiap untuk melaksanakan kegiatan di tahun 2019. Hal ini tentunya baru bisa dilaksanakan, karena Pengurus Kwartir Cabang Sumbawa dan DKC Sumbawa baru terbentuk serta tahun ini kita semua dihadapi dengan tahun politik yaitu pelaksanaan pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta legislatif. Tentunya dengan kurang dari 7 bulan ini, harus disiapkan program yang menjadi kebutuhan peserta serta bisa menjadi pembangunan pondasi awal kegiatan pramuka di Kwartir Cabang Sumbawa. Dari pertemuan ini, melahirkan 7 agenda penting yang harus dituntaskan di tahun ini. Ketujuh program tersebut adalah: (1) Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru), (2) Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat, (3) HUT Pramuka Ke 58 Tahun, (4) Kursus Pengelolaan Dewan Kerja, (5) Kursus Pengelolaan Kwartir, (6) Musyawarah Pelatih Cabang, dan (7) Sidparcab dan Rakercab.

Program yang akan dilaksanakan oleh Kwarcab Sumbawa dalam satu tahun ini, sebagai acuan bersama dengan kwartir ranting se-Kwarcab Sumbawa. Program kerja dimaksud untuk menentukan capaian tujuan dan sasaran program, serta kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Kwarcab dan Kwarran di tahun 2019. Kegiatan ini harus bisa membentuk para anggota dan organisasi Gerakan Pramuka bisa berjalan semaksimal mungkin, sehingga perlu pembenahan-pembenahan baik kepada peserta didik maupun kepada organisasi, tegas Kak Sandi selaku Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumbawa *2304-AW

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H

Tak terasa kita telah menjalani ibadah puasa ramadhan sebulan penuh lamanya. Waktu seakan berjalan dengan cepat, padahal kalo dirasa-rasa lagi kayak baru kemarin lho kita semua menyambut bulan puasa, tapi kini bulan suci itu sudah berlalu dan kita bersiap untuk menyambut hari raya idul fitri 2019, hari kemenangan umat islam melawan hawa nafsu dan godaan. Terkadang pada hari-hari ini, perasaan sedih dan bahagia saling berganti menghiasi suasana hati ini. Bersedih karena melepas bulan ramadhan pergi, sekaligus bahagia karena bisa menyambut hari lebaran idul fitri.Hari raya idul fitri adalah hari besar umat islam yang sangat dinanti-nanti. Hari raya idul fitri adalah momentum kemenangan kita melawan semua rintangan dan cobaan ketika melaksanakan ibadah puasa. Bagi sebagian orang, puasa itu berat, menahan rasa lapar dan haus seharian bukanlah hal yang mudah untuk mereka lakukan, apalagi kalo misalnya mereka masih harus bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhannya. Tapi pada kenyataannya mereka berhasil melaluinya dan tetap sabar dan ikhlas berpuasa demi mengharapkan imbalan pahala yang tak terbatas.Tapi kalau kita simak lagi. Makna hari kemenangan itu bukanlah berhasil menahan hawa nafus saja, melainkan keberkahan yang kita peroleh di bulan ramadhan itu sendiri. Mungkin kita pernah mendengar kalimat di hari lebaran idul fitri, kita kembali suci bagaikan bayi yang baru dilahirkan ke dunia. Mendengar kata kata tersebut, kita sudah paham besarnya berkah yang diberikan oleh Allah SWT yang menjadikan bulan puasa ramadhan sebagai bulan bagi kita untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dan mendapatkan pahala.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1440 H – Mohon Maaf Lahir & Bathin

Ramadhan sudah kembali mengunjungi kita. Semoga yang dilalui dan dikerjakan setahun, menjadi kebaikan di bulan suci ini. Marhaban yaa Ramadhan, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Ramadhan merupakan bulan agung dalam Islam. Ia memiliki beragam keistimewaan yang tidak bisa didapatkan bulan-bulan yang lainnya. Syaikh Shalih Muhammad Al-Munajjid mengungkapkan di antara bentuk keistimewaan tersebut ialah:

  1. Allah Azza wa Jalla menjadikan puasa di Bulan Ramadhan Sebagai rukun keempat dari rukun Islam. Sebagaimana firman-Nya:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” (QS. Al-Baqarah: 185)

Dalam riwayat Ibnu Umar disebutkan bahwa Nabi sallallahu ’alaihi wa sallambersabda:

“Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Allah menurunkan Al-Qur’an di dalam Bulan Ramadan

Sebagaiamana firman Allah Ta’ala:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil),” (QS. Al-Baqarah: 185)

Allah Ta’ala juga berfirman:

“Sesungguhnya Kami turunkan (Al-Qur’an) pada malam Lailatur Qadar.” (QS. Al-Qadar: 1)

3. Allah menetapkan Lailatul Qadar pada bulan tersebut, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar,” (QS. Al-Qadar : 1-5).

Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan adanya Lailaul Qadar. Untuk menjelaskan  keutamaan malam yang barokah ini, Allah turunkan surat Al-Qadar. Keterangan ini juga dijelaskan oleh Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam:

“Bulan Ramadhan telah tiba menemui kalian, bulan (penuh) barokah, Allah wajibkan kepada kalian berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu (neraka) jahim ditutup, setan-setan durhaka dibelenggu. Padanya Allah memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka sungguh dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak).” (HR. Nasa’I dan Ahmad)

4. Allah menjadikan puasa dan shalat yang dilakukan dengan keimanan dan mengharapkan (pahala) sebagai sebab diampuninya dosa.

Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu,” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (HR. Bukhari Muslim)

Imam Nawawi telah menyebutkan bahwa maksud dari qiyam di bulan Ramadhan adalah shalat Taraweh, Artinya dia mendapat nilai qiyam dengan menunaikan shalat Taraweh.

5. Allah membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka dan membelenggu setan-setan.

Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

 إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة , وغلقت أبواب النار , وصُفِّدت الشياطين

“Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu,” (HR. Bukhari-Muslim)

6. Pada setiap malam (bulan Ramadan) ada yang Allah bebaskan dari (siksa) neraka.

Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

لله عند كل فطر عتقاء

“Pada setiap (waktu) berbuka, Allah ada orang-orang yang dibebaskan (dari siksa neraka)” (HR, Ahmad)

7. Puasa pada bulan Ramadan (merupakan) sebab terhapusnya dosa-dosa setahun yang lampau.

Sebagaimana terdapat riwayat dalam shahih Muslim, 233, sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wasallam bersabda:

  الصلوات الخمس , والجمعة إلى الجمعة , ورمضان إلى رمضان , مكفرات ما بينهن إذا اجتنبت الكبائر

“Dari shalat (ke shalat) yang lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadan ke Ramadhan, semua itu dapat menghapuskan (dosa-dosa) di antara waktu tersebut, jika menjauhi dosa-dosa besar.” (HR, Muslim)

8. Orang yang menunaikan taraweh bersama imam hingga selesai, dicatat baginya seperti qiyamul lail semalam (penuh).

Keterangan ini sebagaimana terdapat dalam riwayat Abu Daud, 1370 dari Abu Dzar radhiallahu ’anhu, dia berkata: Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Bahwasiapa menunaikan qiyamul lail bersama imam hingga selesai, dicatat baginya (pahala) qiyamul lail semalam (penuh),” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab ‘Shalat Taraweh’,  15)

9. Puasa di bulan Ramadan senilai puasa sepuluh bulan.

Diriwayatkan dari hadits Abu Ayub Al-Anshary, bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 من صام رمضان , ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti (puasa) enam (hari) pada bulan Syawwal, maka hal itu seperti puasa setahun.” (HR. Muslim, 1164)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, 21906, bahwa Nabi sallallahu ’alaihi wa sallambersabda:

“Siapa yang berpuasa (pada bulan) Ramadan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan (siapa yang berpuasa setelah itu) berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawal), hal itu (sama nilainya dengan puasa) sempurna satu tahun,”(HR. Ahmad)

10. Melaksanakan umrah pada bulan Ramadan, pahalanya sama seperti haji.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ’anhuma, dia berkata: Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada wanita dari Anshar:

”Apa yang menghalangi anda melaksanakan haji bersama kami?” Dia berkata: ”Kami hanya mempunyai dua ekor onta untuk menyiram tanaman. Bapak dan anaknya menunaikan haji dengan membawa satu ekor onta dan kami ditinggalkan satu ekor onta untuk menyiram tanaman.” Beliau bersabda: “Jika datang bulan Ramadan tunaikanlah umrah, karena umrah (di bulan Ramadhan) seperti haji”. Dalam riwayat Muslim: “(seperti) haji bersamaku,” (HR. Bukhari, 1782, dan Muslim, 1256)

SELAMAT HARI PENDDIKAN NASIONAL

Ing Ngarso Sung Tuladha
Di Depan Menjadi Teladan
Ing Madya Mangun Karsa
Du Tengah Membangun Semangat
Tut Wuri Handayani
Di Belakang Memberikan Dorongan

Begitulah satu kutipan tentang pendidikan yang terkenal dari Ki Hadjar Dewantara.
Pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak, yang selaras dengan alam.
Ada tiga filosofi yang menjadi dasar dunia pendidikan hingga saat ini. Ketiganya yaitu, pertama; ing ngarso sung tulodo (di depan menjadi contoh) kedua; ing madyo mangun karso (di tengah memberi motivasi) dan ketiga, adalah “Tut Wuri Hadayani” yang memiliki arti “di Belakang Memberikan Dorongan”. Makna dari kalimat ini dijadikan motto dan slogan pendidikan serta menjadi landasan dalam rangka memajukan pendidikan di tanah air hingga saat ini.
Ilmu yang secara fisik saat itu dan juga sampai saat ini direfleksikan dengan membaca, difilosofikan dengan adagium bahwa ilmu, membaca, dan yang dibaca adalah buku merupakan jendela dunia. Dengan ilmu manusia bisa menguasai dunia dan mengalahkan diri sendiri. Dengan ilmu, manusia bisa meningkatkan kualitas diri dan mempunyai derajat yang lebih tinggi dalam kehidupan dunia fana ini.
Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei ini, yang tahun ini kali ke 60, terus digelorakan semangat untuk terus menggali (bukan menuntut) ilmu semampu dan sekuat tenaga. Menggali ilmu tak kenal waktu dan tak pandang usia. Filosofinya adalah bahwa semua orang di luar diri kita adalah guru, dan semua tempat di luar tempat kita adalah sekolahan. Sekolah tempat manusia berguru dalam kehidupannya.













Pengukuhan DKR Utan

Ketua Kwartir Ranting Utan

Pelaksanaan pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Ranting Utan yang dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu yakni tanggal 6-7 April 2019 bertempat di Bumi Perkemahan Sabedo Desa Utan Kabupaten Sumbawa. Sebelum dilaksanakan proses Pengukuhan pada hari Minggu, pada malam hari Ketua Dewan Kerja Cabang Sumbawa (Burhan JR.) bersama pengurus lainnya melakukan diskusi dan pembekalan terhadap Pengurus Dewan Kerja Ranting Utan Masa Bakti 2019-2025. Selain diadakannya pembekalan, pada malam itu juga dilaksanakan pembentukan Panitia Pelaksana Jambore Ranting Utan, kegiatan Jamran nantinya akan dilaksanakan pada bulan Juni 2019.
Pelantikan pengukuhan Dewan Kerja Ranting baru dimulai pukul 08.00 Wita. Ketua Kwartir Ranting Utan bertindak sebagai pembina upacara yakni Kak Suyatno, S.Pd. 
#KwarcabSumbawa
#DKCSumbawa
#PramukaPeduli
#PramukaMaras

Serah Terima Aset Kwarcab Sumbawa

Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 60 ayat 1 yang berbunyi: “Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas barang bergerak dan tidak bergerak serta hak kekayaan intelektual/paten”, dan sebagai bukti otentik terhadap kekayaan atau aset yang dimiliki oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumbawa, maka pada hari Minggu tanggal 14 April 2019 dilaksanakannya Serah Terima Aset Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumbawa dari Pengurus Masa Bakti 2013-2018 ke Pengurus Masa Bakti 2018-2023.#KwarcabSumbawa#DKCSumbawa#PramukaPeduli#PramukaMaras